Mendorong Partisipasi warga dalam menciptakan Layanan kesehatan yang Adil berkualitas

I.                   CERITA PENGALAMAN SINGKAT

Pada program Transparansi Untuk Pembagunan ( T4D ) melalui issu
KIBBLA. adalah program dengan metode yang baru saya Temui menantang tapi sangat saya nikamti ,Buku panduan kegiatan mengarahkan saya untuk melakukan kegiatan secara terarah, sederhana tapi Out put dan memberi dampak (inpect)  yang sangat berharga baik pada fasilitator maupun Comunitas dampinagan,sudah menjadi kepatutan untuk saya ucapkan banyak terima kasih kepada penyusun modul,, salah satunya adalah program ini  memasuki wilayah dampingan dengan meminimalkan menggunakan jalur Birokrasi, yang paling terpenting Kepala Desa menyetujui apa yang akan saya lakukan selama enam bulan kedepan maka  intervensi sudah bisa dimulai dengan memakai modal administrasi berupa surat tugas dari PATTIRO,,Saya yang diberi mandat untuk mendampingi dua Desa dari dua kabuapten di Sulawesi- selatan yaitu Desa Kamiri Kab, Barru dan Desa Ujung Labuang Kabupaten Pinrang yang sebelumnya saya tak pernah menginjakkan kaki di Desa tersebut tapi hal itu bukan menjadi penghalang, malah menjadi penyemangat dan menikmati seninya menjadi fasilitator,

II.  PROSES INTERVENSI

Disepanjang intervensi di Desa melalui  program T4D yang berbasis issu Kesehatan Ibu
dan Bayi Baru Lahir (KIBBLA)  awalnya bukan menjadi hal yang seksi di bicarakan di tingkat Desa, tetapi setelah proses riset dari 30 responden ibu yang melahirkan dalam kurung waktu dua tahun terakhir bahwa ibu yang merencanakan persalinanya mencapai 57 % dan yang melahirkan di fasilitas kesehatan dengan tenaga terlatih sebanyak 80 % sedangkan ibu-ibu dan bayi  yang mendapatkan pemeriksaan pasca persalinan 0 % , ( 09-12-2015 ) hal ini menjadi data awal untuk menjadi perhatian untuk disikapi secara bersama karena kesehatan Ibu dan Bayi adalah hak dasar setiap manusia , itupun dijamin dalam konstitusi kita, kendati demikian belum semua Ibu dan Bayi bisa mengakses layanan kesehatan yang adil dan berkualitas. Beberapa hal yang menjadi penyebab diantaranya adalah sebagai berikut :


1.      Kurangnya inprastruktur
2.      Kurangnya kepedulian petugas
3.      Layanan kesehatan yang tidak murah
4.      Pelayanan Administrasi yang berbelit-belit

Permasalahan menjadi masalah umum yang kemudian di share kepada setiap person
 (Erwin, Nurlina, Nurhayati, sahari,)
dari sini timbul kesadaran individu untuk melahirkan comunitas yang saat ini dinamakan Pegiat Warga ( PW ) yang kemudian saling mengajak untuk ikut serta mengikuti rangkain kegiatan,saling memberi inpormasi untuk dibagi dalam comunitas ini yang awalnya berjumlah 15 orang yang saat ini sebahagian warga tertarik untuk ikut serta mengambil bagian ikut berpartisipasi termasuk didalamnya Ibu ketua tim penggerak PKK ( Nuraeni ) kerena program PATTIRO melalui  issu KIBBLA ini menarik  untuk menjadi perhatian karena disini tidak hanya sekedar  membicarakan permasalahan umum diatas, tetapi lebih dari itu penting bagi warga untuk mendiskusikan solusi apa yang akan di tempuh meminimalkan masalah yang ada. Demi terwujudnya pelyanan kesehatan yang bermutu..

informasi terdengar dari sekian cerita ibu-ibu yang mengalami pelayanan kesehatan tersebut di Desa Ujung Labuang Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang ,,,,

Saya pernah mau berobat pada pasca persalinan ketempat ibu Bidan Desa Fely tapi saya tak punya sama sekali uang tapi saya meminta untuk dipinjamkan tapi malah saya ditolak dan tak diberi obat ,,,Kutipan dari cerita ibu Nursiah,,
(02-01-2016)
Kalau kita pergi ketempat pelayanan kesehatan, petugasnya kurang peduli apa lagi kalau kami ini hanya orang miskin dilayani hanya sekedarnya saja, saya haya disuruh menunggu dalam waktu yang lama ,,Kutipan dari cerita Ibu Nurlia,,
(01-01-2016)

Setelah mengumpulkan banyak informasi yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang masih membedakan antara orang kaya dan miskin, pejabat dan bukan pejabat , masih terasa mahal, pelayanan petugas yang kurang peduli dan masih seseringkali memarahi pasien termasuk ibu-ibu yang mau melahirkan di fasilitas kesehatan, itulah permasalahan dari sekian banyak masalah yang dihadapi masyarakat , dari awal hal-hal inilah yang sempat terdengar dari keluhan masyarakat walaupun penyampain hal-hal tersebut warga masih sangat kelihatan takut , warga Desa hanya bersabar menerima kenyataan ini, daya kritis warga kurang karena kurangnya pengetahuan tentang hak-hak dasar warga bermacam-macam regulasi yang telah dibuat oleh pemangku kebijakan hanya samapai informasinya pada kelompok-kelompok elit semata , warga belum mampu penyerapnya hanya menjadi obyek kebijakan, dengan program T4D melalui Issu KIBBLA yang difasilitasi oleh PATTIRO mencoba membuka kerang yang sudah lama tertutup dengan  mendorong warga ikut berpartisifasi  dalam menciptakan Pelayanan Kesehatan yang bermutu , adil dan berkualitas . fasilitator PATTIRO dengan membangun mitra lansung di Desa PW ( Pegiat Warga ) yang kemudian menjadi kekuatan awal untuk saling berbagi dalam setiap permasalahan yang di temui , dirasakan oleh masyarakat setempat dan juga mengajak warga untuk menjadi bagian dari perubahan pelayanan kesehatan yang lebih baik, mealui beberapa kali dilaksanakan pertemuan oleh fasilitator bersama warga  untuk mendiskusikan masalah-masalah di Desa dengan cara mengumpulkan  informasi baik itu yang dilihat dan dirasakan oleh warga lalu kemudian berbagi dan Aksi ,melalui pertemuan tersebut (FGD) barulah kemudian warga menyadari bahwa sangatlah penting bagi kita untuk selalu mendorong atau ikut  berpartisifasi dan mengontrol pelayanan kesehatan demi terciptanya keseimbagan hak dan kewajiban pelayan dan yang terlayani , mendorong  hak-hak dasar warga seperti perbaiakan kesehatan,,, dan petugas ataupun pemerintah secara umum wajib memberikan pelayanan yang baik.., salah satu yang paling menarik bahwa penting bagi warga untuk selalu ikut dalam setiap pertemuan di Desa untuk menyampaikan keluhanya baik itu yang berkaitan dengan kesehatan maupun mendorong pembagunan lain yang juga menjadi penghambat pelayanan kesehatan yang bermutu contohnya pembagunan inprastruktur Jalan , Rehab PUSTU ,pengadaan Mobil ambulance Desa usulan ini yang di polopori oleh Pegiat Warga (PW) pada rapat Perencanaan pembagunan di Desa
(MusrenbangDes)hal ini mendapat dukungan para tokoh masyarakat ,Kadus, RK, RT,dan Ibu-ibu pengurus PKK, perwakilan dari BAPPEDA Kabupaten Pinrang sehingga dituangkan pada Dokumen Perncanaan Desa (RPJMDES) yang akan dianggarkan melalui keuangan Desa, Khusus untuk Pengadaan mobil Ambulance Desa pada sub anggaran APBD Kabupaten Pinrang.



Catatan Kesimpulan

Kesehatan adalah sesuatu yang melekat pada diri manusia, maka wajib pada setiap orang untuk ikut serta memperbaikinya,,dimulai dari kesadaran setiap individu.

-          Perubahan besar harus dimulai dari kesadaran individu dan dari kesadaran itu melahirkan kesadaran comunitas yang pada akhirnya muncul kesadaran publik
-          Pegiat Warga (PW) adalah comunitas Desa diharapakan bisa saling mempengaruhi untuk mendorong advokasi anggaran yang pro kepada program KIBBLA  sebagai tanggung jawab moral warga yang peduli .


Penulis

H a m z a h ( Sul-Sel )




















Share this article :
+
0 Komentar untuk "Mendorong Partisipasi warga dalam menciptakan Layanan kesehatan yang Adil berkualitas"