Satu Hal tentang seruni

Melepas lelah dimalam hari sudah biasa dilakukan oleh sebahagian besar warga Bantaeng. Kehangatan alam kota ini memberikan kesan tersendiri bagi mereka yang menyempatkan diri berkunjung di tempat ini. Dikatakan surga bukan juga tetapi setidaknya tempat ini berwajah lain dari kondisinya 10 tahun sebelumnya. 

Sekedar mengenang masa- masa SMA tempat ini sering saya jambangi saat bolos disekolah. Berenang bersama kawan-kawan di pinggiran pantai yang belum tertata rapi, masih nampak serakan sampah di sepanjang pantai ini, bau bau tidak sedappun masih tercium diudara yang berhembus. kala itu tempat ini masih jauh dari daya tarik, belum ada cafe-cafe yang berbanjar di sepanjangan pantai ini, yang ada hanyalah demuru ombak sesekali membising memecah kesunyian. Fenomena tidak sedap dipandangan mata itu terjadi sekitar tahun 1990-an hingga dipenghujung tahun 2007. sejak tahun 2008 tempat ini mulai berubah bentuk dari kawasan kumuh dengan bunga-bunga sampah beraromakan bauh tidak sedap kini menjadi kawasan kuliner dan tempat melepas lelah dari penak akibat aktifitas sepanjang hari.

Share this article :
+
0 Komentar untuk "Satu Hal tentang seruni"