Sedekah Buat Sumiati.

Langit menjadi atap rumah dan bumi menjadi lantainya seperti petikan lirik lagu dangdut ciptaan Romah Irama.
Petikan lagu tersebut kembali terngiang dalam benakku saat menyaksikan seorang ibu dan anaknya rela merebahkankan dirinya di trotoar pantai seruni tepat di depan IRD Rumah Sakit Anwar Makkatutu Bantaeng.
Demi sesuap nasi mereka lebih memilih meninggalkan rumahnya, mengharap para pengunjung RS Anwar Makkatutu dapat membeli barang dagangan yang dia jajalkan sepanjang malam di tempat ini. Tidurnya tidak nyenyak sebab bisingnya kendaraan dijalanan, kadang terbangun karena seorang pembeli menghampirinya namun dia tetap sabar menghadapi situasi ini sebab baginya itu sudah menjadi pilihan.
Masih ada warga Bantaeng yang merasakan hal semacam ini, dalam benakku bertanya-tanya apakah ibu ini tidak punya tempat usaha yang tetap ? ataukah memang strategi bisnisnya sehingga dia seperti ini. Saya terdorong untuk bertanya-tanya pada sang ibu yang akrab panggil sumiati ini. 
Dia adalah salah seorang warga kampung manggarabombang tangnga-tangnga Kelurahan Bonto Sunggu Kecamatan Bissappu. Rintisan usahanya ini bermula dari dukungan pribadi Bapak Bupati Bantaeng yang memberikannya Sedekah Rp. 800.000 modal inilah yang digunakan untuk memulai usahanya dengan membangun kios usaha di anjungan pantai seruni. Lokasi kiosnya terpencil dan jarang dikunjungi sehingga ibu sumiati merasakan aroma kerugian yang akan diderita oleh usahanya ini. Dia kemudian berinisiatif mencari tempat yang ramai dan banyak peminat untuk membeli barang dagangannya. Upayanyapun berbuah hasil dia menjajalkan barangnya di trotoar depan IRD RS Anwar Makkatutu. Awalnya beliau mendapat tantangan kerena kebijakan manajemen rumah sakit yang memintanya agar tidak berjualan ditempat ini, diapun mengadukannya pada Bupati Bantaeng (Nurdin Abdullah). Usahanya membuahkan hasil untuk kedua kalinya. Dengan kepekaan sosok Bupati diapun mendapat izin untuk berjualan ditempat itu. Namun demikain dia harus berjualan dimalam hari dan menjaga kebersihan. Syarat itupun diaminkannya dengan hati gembira akhirnya sang sumiati melanjutkan usahanya ditempat ini.
Malam semakin larut, semangat ibu ini tidak pernah goyah. Harapannya yang besar untuk membahagiakan anak-anaknya ternyata menjadi azimat dalam menjalankan usahanya ini. Lumayan juga usaha ini katanya karena omsetnya sekitar 250.000 setiap malam, seandainya saya tidak pernah sakit mungkin usaha saya ini sudah 2 kali lipat dari apa yang ada saat ini. Namun sayang Tuhan berkehendak lain, saya mendapat ujian pak sehingga jualan saya bangkrut. Modal yang saya gunakan untuk usaha, habis saya gunakan untuk berobat.
Untung saja masih ada tersisa 13 bungkus Rokok yanga saya jadikan modal dasar untuk membagkitkan usaha saya ini. "Tuturnya". Saat ini saya merasa berterima kasih pada Bapak Bupati karena sedekah yang dia berikan dapat saya manfaatkan sebagai modal usaha dan alhamdulillah saya bisa membayar utang dan membiayai sekolah anak-anak saya.
Share this article :
+
0 Komentar untuk "Sedekah Buat Sumiati."