Keluar dari Zona Nyaman untuk Inovasi dan gaya baru,
ungkapan ini merupakan tujuan Umum RBM kabupaten Bantaeng periode tahun 2013.
Keberadaan RBM ini menjadi wadah saluran ide dan gagasan dari berbagai aktor
pemberdayaan di kabupaten Bantaeng, gerakannya tidak ekslusif tetapi membuka ruang bagi siapa saja yang
memiliki kepekaan terhadap pembangunan desa dan aktor pada aspek sikap dan cara
pandang warga secara menyeluruh.
Zona nyaman ini diartikan bahwa selama lahirnya RBM
(Ruang Belajar Masyarakat) ini harus menciptakan arena baru...yang dapat
beriteraksi dengan berbagai aktor pemberdayaan di kabupaten Bantaeng, bukan
menjadi bagian dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) semata, tetapi
lebih terbuka pada arena luas secara inklusif. Tidak dapat ingkari bahwa embrio
lahirnya RBM ini merupakan strategi Program namun harapan jangka panjangnya
wadah ini dapat menjadi tempat berkreasi bagi siapa saja.
Di kabupaten Bantaeng sudah berbagai aktor yang telah
diciptakan ditingkat desa, hal ini menggambarkan bahwa sudah banyak mutiara
yang berserakan di aras desa yang butuh untuk dilirik dan jika memungkinkan
mitara ini dapat diorganisir agar mereka mendapat ruang yang lebih luas untuk menyalurkan
potensi mereka pada wilayah yang lebih luas.
Sebagai Ketua Pokja RBM Periode kali ini Saya
mengharapkan bahwa RBM tidak berfokus pada pelatihan-pelatihan belaka karena
hal ini sudah banyak dilakukan oleh program-program pemberdayaan utamanya PNPM-MP
dimana setiap tahunnya memiliki agenda pelatihan kader dan pelaku di tingkat
desa, keberadaan RBM kali ini menjemput jebolan Pelatihan untuk diberikan ruang
memanfaatkan segala Potensi yang mereka telah dapatkan dari berbagai agenda
pelatihan untuk diaktualisasikan dalam bentuk kerja nyata (konkrit) agar mereka
tahu, Paham, dan dapat melakukannya secara mandiri ditingkat desa.
Padangan saya bahwa menciptakan perubahan Prilaku,
Sikap dan Keterampilan kepada warga tidak selamanya harus melalui pelatihan-pelatihan
namun ada pola-pola lain yang lebih efektif dan dirasakan langsung oleh mereka
sehingga memicu lahirnya kesadaran dan ketertarikan bagi mereka untuk berkreasi
sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Berangkat dari pandangan inilah, maka RBM kabupaten
Bantaeng pada periode kali ini akan menciptakan beberapa strategi – strategi
baru, strategi ini dapat kami gambarkan sebagai berikut :
a. Mengingat bahwa disemua desa terdapat sekitar 5
orang kader yang sudah terlah, maka dipandang penting untuk mengoptimalkan
potensi mereka dengan membuka ruang untuk menyalurkan bakatnya melalui
peliputan berita-berita atau cerita-cerita pemberdayaan yang telah tercipta
dimasing-masing desanya, oleh karena itu Pokja RBM Kabupaten Bantaeng melalui
Devisi Media akan memberikan kesempatan Kepada siapa saja yang ingin
berkontribusi dalam bentuk berita dan cerita keberhasilannya.
b. Kader-kader yang telah dipersiapkan menjadi
tenaga pelatih Masyarakat (TPM) mampu mendesai Training Need Assesmen di
Kecamatan masing-masing, sehingga mereka dapat menjadi pelatih warga yang baik
dan mengusai methode dan materi pelatihan karena mereka sendiri yang
menyusunnya, untuk hal ini Pokja RBM Kabupaten Bantaeng melalui Devisi RBM
melakukan workshop bersama dengan TPM kecamatan yang telah terseleksi untuk
mendesai Training Need Assesemen (TNA). Dokumen ini akan menjadi acuan bagi
mereka untuk terlibat mendukung berbagai bentuk pelatihan warga ditingkat desa,
Kecamatan dan bahkan ditingkat kabupaten. Oleh karena itu kami sangat
menghimbau kepada berbagai pihak agar dapat bersinergi dengan kaer-kader
tersebut dan menjadikannya sebagai tenaga pelatih secara berkesinambungan di
setiap program pemberdayaan.
c.
Devisi CBM (Community Best Monitoring) ini
bertujuan untuk menciptakan sebuah produk yang dapat dijadikan sebagai alat
untuk meningkatkan kualitas kinerja pemberdayaan ditingkat desa, kecamatan dan
kabupaten...pola yang akan dilakukan sekaitan dengan rencana ini dapat
dikembangkan melalui kegiatan Focus Group Diskusi (FGD) bersama warga, seminar
dan pelaksanaan Survei. Hasilnya diharapkan dapat menjadi database potert
pembangunan desa melalui kegiatan pemberdayaan warga.
d.
Jika ada pandangan bahwa RBM merupakan
Organizing Commite (OC) pada setiap kegiatan pelatihan, maka untuk periode kali
ini akan menciptakan dinamika lain dimana POKJA berposisi sebagai tim Stategis
dan tim Praktis adalah kader-kader yang sudah ada dimasing-masing desa. Oleh
karena itu kelembagaan RBM menjadi tawaran utama sebagai indikator penentu dari
pencapaian maksud dan tujuan RBM Periode kali ini.
e. Mutiara Berserakan akan di senergikan menjadi entitas
yang padu dan memiliki visi yang sama mejadi mimpi bersama RBM sehingga pariode
ini pula akan mencoba mempilotkan satu kecamatan satu desa yang menciptakan
sinegitas pengembangan potensi ekonomi melalui optimalisasi pemanfaatan
asset-asset program PNPM-MP dengan BUMDes, agenda ini akan dilaksanakan oleh
Devisi Ekonomi Kerakyatan.
f. Kesemuanya itu tiak akan berjalan dengan baik
jika tidak ditopan oleh berbagai aspek tertutama kebijakan kabupaten yang
memberikan ruang-ruang bagi bagi aktor-aktor yang ada untuk lebih bersinergi
dengan sektor-sektor lainnya, maka dari itu perlu upaya penguatan kebijakan
melalui penciptaan regulasi yang mendorong semua pihak untuk bersinergi
memanfaatkan, melestarikan asset-asset yang telah ada, upaya ini kami pandang
sangat rumit namun akan kami upayakan agar dapat terwujud dan memberikan mafaat
bagi desa secara khusus dan kabupaten Bantaeng pada umumnya.
Melalui media ini saya ingin menyampaikan kepada
semua pihak bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika di mimpikan dan dilakukan,
maka dari itu kami mengajak kepada bibit-bibit unggul Bantaeng untuk selalu
melakukan perencanaan dan melakukannya daripada harus menyesali masa hanya
karena gagal berencana.

0 Komentar untuk "KELUAR DARI ZONA NYAMAN, MENCIPTAKAN INOVASI YANG LEBIH KRATIF"