Siang hari menjalang waktu duhur tiba, bersama sihitam motor kesayanganku melaju mendaki ketinggian desa Bonto Tiro. tidak perduli panas terik surya menyengat di kulitku. tujuanku hanya ingin sampai di gedung pelayanan masyarakat di desa Bonto Tiro.
Setiba disana jajarang pengurus BUMDesa Mattiro Bulu tengah asyik berdiskusi, rupanya mereka sedang melakukan hajatan rutinnya setiap akhir bulan (Rapat Tutup Buku Bulanan). Pengurus-pengurus ini sedang sibuk-sibuk melakukan penginputan data transakasi usaha yang mereka lakukan pada bulan April 2018. sebagaimana diketahui bahwa Mattiro bulu ini terdapat beberapa jenis usaha yang tengah berjalan. ada 3 jenis usaha yang sedang di diskusi dalam pertemuan ini yakni Usaha koperasi Simpan Pinjam, Usaha Jasa Kredit barang dan Usaha Toko ATK dan Jasa fotocopy.
Semangat kemandirian yang terukir diantara mereka merupakan spirit dasar mejalankan tugas dan tanggung jawabnya. pertemuan rutin ini dijadikan sabagai momentum untuk berkumpul bersama dan melakukan evaluasi terhadap kinerja usaha dan kelembagaan selama satu bulan berjalan. lalu bagaimana mereka melewati proses pertemuan ini berikut saya akan menggambarkannya secara detail
Pemerikasaan Transaksi masing-masing Unit Usaha
Setelah salat duhur mereka melanjutkan perbincangan, diawali dari menata administrasi pencatatan untuk masing-masing unit usaha agar medapat memastikan kesesuaian pencatatan dengan kondisi usaha yang sesungguhnya. nampaknya mereka sedang berbagi peran, unit usaha koperasi di dampingi oleh Sekretaris BUMDesa dan usaha Kredit barang didampingi oleh Bendahara BUMDesa. Mereka melakukan peran masing-masing dimana masing-masing melakukan pemeriksaan keuangan usaha mulai dari pencatatan, bukti-bukti sampai pada kesesuaian saldo kas dengan fisik uang yang ada ditangan unit usaha.
Melakukan Penginputan Ke Laporan Keuangan Bulanan
Sistem pelaporan keuangan yang digunakan oleh BUMDesa Mattiro Bulu adalah Sistem Akuntansi Selembar (SAS). sistem ini dianggap mudah. selain simpel juga sudah mengakomodir beberapa kebutuhan pelaporan didalamnya. masing-masing unit usaha memiliki sistem pelaporan tersendiri unit usaha Koperasi SP misalnya memiliki pembukuan dan pelaporan sampai pada labarugi dan neraca begitupun usaha-usaha lainnya. awalnya mereka merasakan kesulitan untuk melakukannya secara mandiri, namun seiring waktu berjalan dengan ketekunan untuk belajar akhirnya mereka pun mampu menyelesaikannya. proses penginputan berjalan hingga waktu menjelang Ashar tiba. Bendahara BUMDesa yang mendampingi Unit Usaha Kredit Barang berhasil menyelesaikan tugasnya dengan baik begitupun sekretaris yang mendampingi Unit Usaha Koperasi. akhirnya masing-masing usaha dapat mempresentasekan kondisi asset, omset dan keuntungannya kepada Pengurus BUMDesa Pada momentum Rapat Rutin itu.
Sementara itu satu unit usaha yakni usaha Toko ATK dan Fotocopy belum melakukan tutup buku bulanan pada bulan april tersebut, hal ini disebabkan karena usaha ini baru memulai proses di diakhir bulan april. oleh karena itu berdasarkan kebijakan internal Pengurus menetapkan bahwa khusus usaha ini akan berproses pembukuannya pada bulan berikutnya
Laporan Keuangan BUMDesa
Pemeriksaan Keuangan Unit Usaha selesai kini Bendahara BUMDesa pun Mendapat jatah untuk diperiksa keuangannya. Laporan Keuangan BUMDesa sangat sederhana karena tidak berhubungan dengan Barang, Pembelian dan Penjualan. Laporan Keuangan BUMDesa merupakan Konsolidasi dari asset-asset bergerak maupun tidak bergerak yang ada di semua unit usaha BUMDesa. Laba-laba usaha yang dihasilkan oleh Unit usaha menjadi penerimaan BUMDesa setiap bulannya. kalaupun akan melakukan pembelian maka transaksi itu tidak lebih adalah biaya operasional BUMDesa yang akan dikeluarkan berdasarkan kebutuhan. sekali lagi Pengurus BUMDesa tidak menjalankan Usaha tetapi Unit-unit Usahalah yang menjadi kekuatan utama bagi BUMDesa untuk mendapatkan Penghasilan. jika unit usha kuat maka BUMDesa akan kuat dan sebaliknya jika unit usaha BUMDesa lemah maka yakinlah BUMDesa akan lemah juga.
baiklah kita kembali ke pertemuan pengurus BUMDesa Mattiro bulu. saat setelah laporan keuangan Unit Usaha BUMDesa di periksa oleh Bendahara, maka semua Pendapatan bersih usaha disetor ke Bendahara BUMDesa sebagai pendapatan Bulan berjalan. "Pastikan ada uang tunai ditangan Unit usaha"
Lalu bagaimana dengan hak unit usaha...?
naaah......!!! ini yang unik di BUMDesa Mattiro Bulu. berdasarkan SOP Usaha, Pengelola usaha berhak mendapatkan penghasilan 20 % dari laba Bersih usahanya pada bulan berjalan jadi jika Usaha Koperasi mendapatkan laba Bersih Rp. 2.000.000,- maka pengelola usaha memperoleh penghasilan sebesar Rp. 200.000,- artinya semakin tinggi laba bersih yang diperoleh usaha setiap bulannya maka akan semakin tinggi penghasilan yang akan diperoleh oleh pengelola usaha. hal itu juga yang mengindikasikan bahwa pendapatan pengelola akan mengalami pasang surut dan juga akan berbeda-beda setiap unit usaha.
Bendahara BUMDesa menerima setoran laba dari setiap unit usaha dan membukukannya kedalam penerimaan kas bulan berjalan. mengingat karena SOP memerintahkan 20 % hak Pengelola maka bendaharapun mengeluarkannya sebagai bagaian dari biaya untuk Pengelola. Format keuangan Bendahara BUMDesa desa juga sama dengan yang digunakan oleh Unit usaha. hanya posisinya saja yang berbeda
Analisa atas Kondisi Usaha dan Keuangan BUMDesa
Pertemuan rutin tanggal 30 April 2018 ini menceritakan beberapa kondisi BUMDesa mulai dari Pengelolaan Usaha sampai pada pengelolaan Kelembagaan BUMDesa itu sendiri. Pimpinan Rapat (Direktris BUMDesa) menyampaikan beberapa hal penting setelah mempelajari laporan keuangan masing-masing Unit Usaha. misalnya Total asset pada Unit Usaha Koperasi pada Periode Bulan April 2018 sebesar Rp. 159.877.567,- sementara hanya mampu menghasilkan laba bersih @Rp. 1.470.250,- kondisi ini menggambarkan bahwa usaha ini belum maksimal dalam menciptakan laba bersih. ada kondisi yang membutuhkan perhatian di unit usaha Koperasi SP ini. mereka kemudian mendiskusikannya secara mendalam dan akhirnya diketahui bahwa ada banyak nasabah yang menunggak pada usaha ini. sebaliknya Usaha Kredit Barang yang hanya menggunakan Modal awal Rp. 30.000.000,- namun berhasil mencetak laba bersih @Rp. 4.272.000,- usaha ini sehat dan berpotensi untuk di tingkatkan permodalannya. selain dari mengalisa kondisi usaha pengurus juga melakukan pembacaan peluang pengembangan usaha yang akan dihadapi dimasa-masa yang akan datang. "kita akan menghadapi bulan Ramadhan, dibulan ini kebutuhan pokok dan kebutuhan Rumah tangga di desa sangat tinggi" kata Direktur BUMDesa Mattiro Bulu. peluang ini jangan sampai kita lewatkan sehingga untuk menjemput bulan ramadhan kita akan mencoba menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
dari analisa yang dilakukan tersebut diatas. rupanya pengurus BUMDesa menjadikannya sebagai acuan untuk merencanakan kegiatan di bulan-bulan berikutnya.
Merencanakan Kegiatan Bulan Berikutnya
Jarung Jam menunjukkan pukul 17.00 Pengurus BUMDesa juga sudah memasuki agenda terakhir Pertemuannya. mereka menyepakati beberapa kegiatan-kegiatan mendesak yang akan mereka lakukan pada bulan mei yang akan datang. "mencermati kondisi tersebut diatas, maka sudah seharusnya kita fokus pada upaya penanganan tunggakan dan juga meningkatkan dukungan permodalah ke unit usaha Kredit barang". disamping itu pada bulan mei yang akan datang kita akan mencoba menganalisa peluang usaha apa yang cocok untuk kita kembangkan dalam rangka menjemput peluang di bulan Ramadhan kata direktris sambil menyimpulkan hasil pertemuan.
Pertemuan Rutin bulanan yang dilakukan oleh BUMDesa Mattiro Bulu ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan spirit usaha bagi semua unit usaha, mereka menjadikan pertemuan ini sebagai kesempatan untuk menganalisa kondisi usaha, keuangan dan juga menyusun laporan keuangan bulanan. jika pengurus BUMDesa mampu menggerakkan personilnya pada sebuah sistem organisasi yang baik maka sudah dapat dipastikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) ini akan semakin kuat dan dapat berkelanjutan. hal yang menarik dari proses tersebut diatas adalah mereka telah berupaya untuk bergerak secara mandiri, keberadaan pendamping Desa (PD) tinggal mengasistensi hasil dan memberikan penguatan pada hal-hal yang masih memungkinkan untuk di lakukan. Mendorong mereka untuk mengenali masalah dan potensinya merupakan cara yang tepat, bukan justru membuat mereka tergantung kepada keberadaan Pendamping setiap saat dilapangan.
Sementara itu satu unit usaha yakni usaha Toko ATK dan Fotocopy belum melakukan tutup buku bulanan pada bulan april tersebut, hal ini disebabkan karena usaha ini baru memulai proses di diakhir bulan april. oleh karena itu berdasarkan kebijakan internal Pengurus menetapkan bahwa khusus usaha ini akan berproses pembukuannya pada bulan berikutnya
Laporan Keuangan BUMDesa
Pemeriksaan Keuangan Unit Usaha selesai kini Bendahara BUMDesa pun Mendapat jatah untuk diperiksa keuangannya. Laporan Keuangan BUMDesa sangat sederhana karena tidak berhubungan dengan Barang, Pembelian dan Penjualan. Laporan Keuangan BUMDesa merupakan Konsolidasi dari asset-asset bergerak maupun tidak bergerak yang ada di semua unit usaha BUMDesa. Laba-laba usaha yang dihasilkan oleh Unit usaha menjadi penerimaan BUMDesa setiap bulannya. kalaupun akan melakukan pembelian maka transaksi itu tidak lebih adalah biaya operasional BUMDesa yang akan dikeluarkan berdasarkan kebutuhan. sekali lagi Pengurus BUMDesa tidak menjalankan Usaha tetapi Unit-unit Usahalah yang menjadi kekuatan utama bagi BUMDesa untuk mendapatkan Penghasilan. jika unit usha kuat maka BUMDesa akan kuat dan sebaliknya jika unit usaha BUMDesa lemah maka yakinlah BUMDesa akan lemah juga.
baiklah kita kembali ke pertemuan pengurus BUMDesa Mattiro bulu. saat setelah laporan keuangan Unit Usaha BUMDesa di periksa oleh Bendahara, maka semua Pendapatan bersih usaha disetor ke Bendahara BUMDesa sebagai pendapatan Bulan berjalan. "Pastikan ada uang tunai ditangan Unit usaha"
Lalu bagaimana dengan hak unit usaha...?
naaah......!!! ini yang unik di BUMDesa Mattiro Bulu. berdasarkan SOP Usaha, Pengelola usaha berhak mendapatkan penghasilan 20 % dari laba Bersih usahanya pada bulan berjalan jadi jika Usaha Koperasi mendapatkan laba Bersih Rp. 2.000.000,- maka pengelola usaha memperoleh penghasilan sebesar Rp. 200.000,- artinya semakin tinggi laba bersih yang diperoleh usaha setiap bulannya maka akan semakin tinggi penghasilan yang akan diperoleh oleh pengelola usaha. hal itu juga yang mengindikasikan bahwa pendapatan pengelola akan mengalami pasang surut dan juga akan berbeda-beda setiap unit usaha.
Bendahara BUMDesa menerima setoran laba dari setiap unit usaha dan membukukannya kedalam penerimaan kas bulan berjalan. mengingat karena SOP memerintahkan 20 % hak Pengelola maka bendaharapun mengeluarkannya sebagai bagaian dari biaya untuk Pengelola. Format keuangan Bendahara BUMDesa desa juga sama dengan yang digunakan oleh Unit usaha. hanya posisinya saja yang berbeda
Analisa atas Kondisi Usaha dan Keuangan BUMDesa
Pertemuan rutin tanggal 30 April 2018 ini menceritakan beberapa kondisi BUMDesa mulai dari Pengelolaan Usaha sampai pada pengelolaan Kelembagaan BUMDesa itu sendiri. Pimpinan Rapat (Direktris BUMDesa) menyampaikan beberapa hal penting setelah mempelajari laporan keuangan masing-masing Unit Usaha. misalnya Total asset pada Unit Usaha Koperasi pada Periode Bulan April 2018 sebesar Rp. 159.877.567,- sementara hanya mampu menghasilkan laba bersih @Rp. 1.470.250,- kondisi ini menggambarkan bahwa usaha ini belum maksimal dalam menciptakan laba bersih. ada kondisi yang membutuhkan perhatian di unit usaha Koperasi SP ini. mereka kemudian mendiskusikannya secara mendalam dan akhirnya diketahui bahwa ada banyak nasabah yang menunggak pada usaha ini. sebaliknya Usaha Kredit Barang yang hanya menggunakan Modal awal Rp. 30.000.000,- namun berhasil mencetak laba bersih @Rp. 4.272.000,- usaha ini sehat dan berpotensi untuk di tingkatkan permodalannya. selain dari mengalisa kondisi usaha pengurus juga melakukan pembacaan peluang pengembangan usaha yang akan dihadapi dimasa-masa yang akan datang. "kita akan menghadapi bulan Ramadhan, dibulan ini kebutuhan pokok dan kebutuhan Rumah tangga di desa sangat tinggi" kata Direktur BUMDesa Mattiro Bulu. peluang ini jangan sampai kita lewatkan sehingga untuk menjemput bulan ramadhan kita akan mencoba menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
dari analisa yang dilakukan tersebut diatas. rupanya pengurus BUMDesa menjadikannya sebagai acuan untuk merencanakan kegiatan di bulan-bulan berikutnya.
Merencanakan Kegiatan Bulan Berikutnya
Jarung Jam menunjukkan pukul 17.00 Pengurus BUMDesa juga sudah memasuki agenda terakhir Pertemuannya. mereka menyepakati beberapa kegiatan-kegiatan mendesak yang akan mereka lakukan pada bulan mei yang akan datang. "mencermati kondisi tersebut diatas, maka sudah seharusnya kita fokus pada upaya penanganan tunggakan dan juga meningkatkan dukungan permodalah ke unit usaha Kredit barang". disamping itu pada bulan mei yang akan datang kita akan mencoba menganalisa peluang usaha apa yang cocok untuk kita kembangkan dalam rangka menjemput peluang di bulan Ramadhan kata direktris sambil menyimpulkan hasil pertemuan.
Pertemuan Rutin bulanan yang dilakukan oleh BUMDesa Mattiro Bulu ini merupakan momentum yang tepat untuk meningkatkan spirit usaha bagi semua unit usaha, mereka menjadikan pertemuan ini sebagai kesempatan untuk menganalisa kondisi usaha, keuangan dan juga menyusun laporan keuangan bulanan. jika pengurus BUMDesa mampu menggerakkan personilnya pada sebuah sistem organisasi yang baik maka sudah dapat dipastikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) ini akan semakin kuat dan dapat berkelanjutan. hal yang menarik dari proses tersebut diatas adalah mereka telah berupaya untuk bergerak secara mandiri, keberadaan pendamping Desa (PD) tinggal mengasistensi hasil dan memberikan penguatan pada hal-hal yang masih memungkinkan untuk di lakukan. Mendorong mereka untuk mengenali masalah dan potensinya merupakan cara yang tepat, bukan justru membuat mereka tergantung kepada keberadaan Pendamping setiap saat dilapangan.

0 Komentar untuk "Begini Rupanya Mattiro Bulu Menjalankan Rutinitasnya"